Sebuah tool yang dapat digunakan untuk membajak sesi Gmail akan segera dirilis. Ketika Anda login ke Gmail, username dan password memang selalu dikirimkan dalam bentuk terenkripsi, namun demikian, setelah Anda login, Anda hanya akan diidentifikasi menggunakan cookie yang dikirim tanpa dienkripsi. Jika seseorang mendapatkan cookie ini, maka orang tersebut akan bisa mengakses account Gmail Anda, tanpa perlu tahu password Anda. Serangan semacam ini disebut sidejacking. Pencurian cookie ini bisa dilakukan jika Anda menggunakan hotspot yang sifatnya publik, di warung Internet atau jaringan manapun yang kurang aman.
Untungnya GMail telah menyediakan opsi untuk melakukan koneksi via HTTPS agar cookie Anda selalu dienkripsi (Akhiran S artinya secure). Sayangnya opsi ini tidak aktif secara default. Anda Perlu pergi ke settings, scroll ke bawah pilih "Always Use HTTPS" dan pilih "Save Changes". Meski belum dibuktikan, pengguna layanan email lain (Hotmail, Yahoo, dll) juga sebenarnya berpotensi diserang dengan cara serupa namun saat ini tools yang mudah untuk menyerang layanan mail selain GMail belum tersedia secara umum (tools yang agak kompleks seperti Hamster dan Ferret sudah tersedia untuk menyerang situs manapun). Jika tools serupa dirilis untuk Yahoo dan Microsoft, hal itu akan sangat menyulitkan pengguna karena layanan-layanan tersebut, seperti kebanyakan layanan email gratis lain, tidak menyediakan protokol HTTPS.
- Tapi kalau pandangan mata Anda terpusat ke tanda "+" hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU.
- Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda "+ " hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU.
Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu "bukan apa adanya" tapi "sebagaimana kita melihatnya" .
Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia. ..dst.....hanyalah "cara pandang" kita terhadap sesuatu ?
Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-inya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil-nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula.
Dan begitu sebaliknya .....
Milis DusunLaman
Urang Belide
Akhir dari pemilukada adalah kerusuhan dan anarkisme.
Inikah yang di ajarkan demokrasi ?
Jika kita perhatikan di setiap akhir dari proses pemilukada adalah demo besar-besaran yang tergolong anarkis, Protes sana sini, tuding sana sini. Hanya satu pemicu dari semua ini adalah Belum bisa menerima kekalahan, itu saja. walaupun bahasa politiknya bisa diperhalus dengan : Pengelembungan suara, Money Politik dan banyak hal lagi yang hanya orang-orang pintar saja yang bisa menyebutnya. Ujung-ujungnya akan menuntut pemilihan ulang.
Imbasnya BIAYA,WAKTU,SDM dan lain-lain. Satu yang jadi korban adalah RAKYAT. Kapan waktunya membangun untuk rakyat ?
Proses demokrasi di tanah air jauh dari memuaskan, dengung demokrasi hanya disampaikan elit politik ketika wawancara dan dialog-dialog public untuk menarik perhatian masa, selebihnya hanyalah omong kosong belaka.
Pemenang sudah ditentukan untuk pemilihan gubernur SUMSEL. Hanya satu harapan yang mengelitik dari hati saya semoga program-program beliau memang benar-benar dapat diterapkan. Sehingga hasil akhir demokrasi di SUMSEL bukan sekedar basa-basi demokrasi yang hanya dijadikan alat untuk meraih kekuasaan.
BRAVO SUMSEL